Langsung ke konten utama

Ikut Open Trip Bromo

Lagi, perjalanan dinas mengantarkan Travelista ke kota yang tak pernah beruntung. Salah satu kota favorit Travelista jika dapat perintah dinas. Seperti biasa, yang namanya perjalanan dinas ya naik pesawat, memaksimalkan fasilitas yang diberikan perusahaan. Hehehe…

Melayang di atas ketinggian sekitar 1 jam 30 menit. Jauh terlihat gunung tersamar mega. Hmmm… Bromo ! Sepertinya harus dicoba. Begitu yang terpintas dalam benak Travelista saat pesawat mencari momentum untuk landing di bandara Abdul Rachman Saleh yang sedang padat karena sedang ada acara militer di sana. 

Seperti biasa, Travelista tidak menceritakan pekerjaan selama di kota ini. Kenapa ? Ya namanya juga blog travelling. Hehehe… 

Setelah mengerjakan tugas sesuai deadline yang telah ditentukan. Travelista mulai mencari tahu bagaimana cara ke Bromo sendirian ! Mulai dari tanya teman kantor hingga Mbah Google tentunya.

Nggak sengaja pas banget lagi pengen ke Bromo, Eh di Facebook ada iklan promo one day open trip ke Bromo. Langsung fokus Travelista mulai mengerucut ke keyword “one day open trip bromo” di Googel setelah membandingkan harga dari beberapa agen tour. 

Akhirnya Travelista memutuskan untuk memilih agen tour yang ada di facebook tadi. Kenapa ? Dengan itinerary yang sama, Sobat Piknik dapat harga lebih murah. Siapa pula yang akan nolak dikasih harga murah ?! Hehehe…

Langsung saja Travelista booking untuk perjalanan nanti malam. Setelah menyelesaikan proses administrasi dan pembayaran, terbit notifikasi di email, seneng banget Travelista. Akhirnya...! 

Namun saat Travelista baca isi email dengan seksama, ternyata admin baru akan melakukan verifikasi pembayaran 1 x 24 jam. What…???!!! Segera Travelista masuk ke situs agen tour tersebut untuk mencari nomor yang dapat dihubungi.

Segera Travelista telpon, namun dari beberapa kali percobaan, Travelista hanya disambut ramah oleh mesin penjawab telpon otomatis. Chatting pun sudah coba Travelista lakukan namun belum ada respon. Yah, amblas deh duit ! Padahal waktu yang Travelista pilih adalah nanti malam. Pas lusa Harpitnas, biar nggak terlalu rame saat di Bromo sana.

Ya sudah deh, buat pengalaman dan pelajaran. Ketika sudah pasrah, sore hari menjelang pulang kerja, ada telpon dengan kode 021. Wah nomor Jakarta nih ! Jangan - jangan panggilan interview nih ? Alamat minta reschedule ! Eh ternyata telpon konfirmasi dari agen tour !  Horeee !!! Nanti malam BISA BERANGKAT !!!

Pulang kerja langsung makan malam, balik ke hotel untuk mandi, packing peralatan dan kebutuhan untuk di Bromo, juga sempatkan untuk tidur sebelum tengah malam nanti dijemput oleh pihak agen tour.

Tepat tengah malam Travelista dijemput, setelah itu menjemput peserta open trip lainnyadi tempat yang telah disepakati. Dari kota Malang, Jeep pun langsung menuju Bromo hingga akhirnya Travelista sampai di bukit Pananjakan.

Udara dingin langsung terasa disalah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise di kawasan gunung Bromo. Jika Sobat Piknik tidak membawa peralatan anti dingin. Sobat Piknik dapat membeli atau menyewa di sejumlah toko yang ada di kawasan ini.

Setelah melintasi jajaran toko yang menyediakan beragam kebutuhan pendakian. Perjalanan Travelista teruskan berjalan kaki menuju gunung Pananjakan 1 yang berjarak sekitar 500 meter dari jajaran toko tadi.

Pikir Travelista tempatnya gelap dan sepi, lagi pula besok kan Harpitnas, pasti nggak rame. Tapi sesampainya di view point gunung Pananjakan 1 ini, semua berbalik 180°. Rame banget ! Untuk melangkah saja susah, apalagi melihat sunrise dan gunung Bromo ???

Udara di sini cukup dingin karena Sobat Piknik berada di atas ketinggian 2.770 mdpl Travelista sarankan untuk memakai peralatan anti dingin yang dapat menutupi ujung rambut hingga ujung kaki. Atau Sobat Piknik dapat melakukan hal seperti foto di bawah ini #Berpelukkan…! Padahal laki - laki semua itu…! Semoga tidak seperti apa yang kita sangka ya Sobat Piknik. Hehehe…

Sambil berpelukkan. Eh, sambil meresapi dinginnya udara di gunung Pananjakan 1 dan pekatnya langit malam yang sesekali terpantul kilau blitz kamera. Sobat Piknik juga bisa tidur sejenak atau menikmati makanan ringan yang telah Sobat Piknik persiapkan sebelumnya. 

Gelap awan mulai memudar, gurat fajar mulai berpendar. Semua kamera dalam posisi on. Sigap mengabadikan setiap moment special di tempat ini.

Hari mulai terang, matahari yang tadi ditunggu sudah menjalankan tugasnya menggatikan rembulan. Nampak jelas lautan manusia yang semalam tidak terlihat. Sedikit lebay yah… Hehehe…

Semua berebut ingin menyaksikan gunung Bromo dari view point ini. Tapi Sobat Piknik harus bersabar untuk mendapat giliran melihat dan berpose dengan background Gunung Bromo yang iconic itu. Tapi jangan terlalu lama Sobat Piknik berada di spot ini karena ada batas waktu yang telah kita sepakati dengan agen tour. Supaya semua spot yang ada di itinerary dapat terkunjungi semua. 

Jika Sobat Piknik lapar atau ingin beristirahat sambil menikmati segelas kopi, susu atau teh hangat. Di sini juga banyak terdapat kedai yang menyajikan hidangan sederhana namun istimewa di tengah suasana dingin seperti ini. Semua terasa nikmat, apalagi dibayarin oleh teman sejawat yang barusan Travelista kenal. Hehehe…
 
Kembali ke jeep masing - masing, untuk meneruskan perjalanan ke view point Pananjakan 2. Tidak seperti view point Pananjakan 1 yang dipadati Sobat Piknik dalam waktu yang sama yaitu sunrise. 

Di view point Pananjakan 2 relatif lebih sepi karena Sobat Piknik datang dan pergi secara bergantian. Sekedar untuk memandangan Bromo lebih dekat atau berfoto satu dua pose tentunya. Hehehe…

Tidak akan terlalu lalu lama Sobat Piknik berada di view point Pananjakan 2 ini. Setelah itu, Sobat Piknik akan dibawa meneruskan perjalanan menuju lautan pasir. 

Sepanjang perjalanan berliku di tepi jurang yang curam. Sobat Piknik dapat memandangi keindahan gunung Bromo yang masih berselimut kabut tipis dari kejauhan.


Komentar

ARTIKEL PALING BANYAK DIBACA

Jelajah Wisata Sejarah di Desa Lampihong

Badan masih terasa capek. Namun pagi – pagi Personel cabang sudah ketok – ketok pintu kamar. “Pak, mau ikutkah ? Teman – teman mau gowes ke Lampihong. Rutenya tidak jauh kok. Tidak seperti ke Tayak kemarin !” Aduh… Dalam hati Travelista, “Masih cape banget nih, tapi ga enak kalau nolak. Takut nanti ga diajak lagi kalau Personel cabang ada acara !” Segera Travelista konfirmasi ke Personel yang ngetok pintu kamar. “Yang bener nih ! Jangan – jangan track nya seperti ke Tayak kemarin ?!” Enggak Pak ! Serius ini kita road bike saja Pak ! Ujar Personil cabang. Karena sudah cukup yakin. Akhirnya Travelista setuju untuk ikut gowes ke Lampihong. Photo by : Rahmani Nor Gowes pun dimulai. Tugu gula habang menjadi meeting point Travelista dan Personil cabang kali ini. Setelah semua lengkap, gowes jelajah wisata sejarah menuju jembatan peninggalan belanda.  Jembatan penghubung desa Hilir Pasar dengan desa Simpang Tiga ini dulu dibuat sekitar tahun 1932 - 1933 dengan baja yang didatangkan d...

Gowes Senja di Banua Sanggam

Waktu sudah menunjukkan jam 16:45 WITA, Datang Personil cabang ke ruang kerja untuk mengajak Travelista gowes di sore hari. “Pak, nanti pulang kerja kalau tidak ada acara. Mau ikutkah dengan teman - teman gowes tipis - tipis keliling kota ?” Kebetulan tidak ada acara juga, sontak Travelista jawab “Wah, boleh tuh !” Saya sedang tidak ada acara.” “Ok, kita siapkan sepeda dulu agar pas pulang kerja kita langsung gowes” Ujar Personil cabang. Setelah absen jam 17:00 WITA, bergegas Travelista ganti baju dan ambil sepeda. Perlu Sobat Piknik ketahui bahwa waktu sholat Maghrib di Kabupaten Balangan lebih lambat sekitar 30 menit dibanding WIB. Sekitar jam 18:30 WITA. Jadi ada waktu sekitar satu setengah jam gowes senja di Banua Sanggam. Destinasi pertama adalah Pasar Budaya Racah Mampulang yang terletak di desa Balida. Sebuah destinasi wisata buatan hasil perpaduan kreatifitas pemuda dan aparatur desa yang menggandeng salah satu perusahaan yang beroprasi di kabupaten Balangan dan sekitarnya mela...

Rumah Bundar Sisa Peninggalan Perang Dunia Kedua

Masih ada sedikit waktu sebelum jam penerbangan ke Jakarta. Mengarah jalan menuju bandara Juwata, Travelista sempatkan untuk mampir ke museum flora dan fauna atau yang lebih dikenal sebagai rumah bundar yang terletak di jalan Danau Jempang. Letak museum flora dan fauna atau rumah bundar sendiri berada di sebuah komplek perumahan. Sebenarnya rumah ini tidak berbentuk bundar, atap yang terbuat dari seng berbentuk setengah lingkaran. Saat Travelista hitung, rumah bundar di komplek ini tersisa 6 unit. Tetapi 5 di antaranya sudah dimodifikasi dengan bangunan baru. Hanya ada 1 unit rumah bundar dengan penampakan asli dan utuh. Yang kini dijadikan museum flora dan fauna oleh Pemkot Tarakan. Rumah ini dibangun oleh pemerintahan belanda pada tahun 1938 yang merupakan rumah dinas pegawainya. Pada tahun 1945 rumah ini difungsikan tentara australia sebagai pos pemulihan keamanan lingkungan pulau Tarakan yang rusak berat akibat perang. Dan pada tahun 2003 rumah ini dijadikan bangunan cagar...