Langsung ke konten utama

Mountain Bike di Bukit Tayak

Setelah kemarin sedikit lelah menempuh perjalanan darat sekitar 6 jam. Pagi ini Travelista mengisi waktu dengan berolah raga sepeda MTB. Sebuah olah raga yang sudah menjadi gaya hidup bagi pekerja di Kabupaten yang dikenal dengan aktivitas tambang batubara.

Meeting point Travelista dan Personil cabang adalah di Tugu Monumen Perjuangan yang merupakan landmark bagi Kabupaten Balangan selain Tugu Maritam yang berada di komplek pemerintahan Kabupaten yang dibentuk tanggal 8 April 2003.

Tugu Monumen Perjuangan Kabupaten Balangan
Landmark Kabupaten Balangan
Tugu Maritam Kabupaten Balangan
Setelah Personil cabang kumpul semua dan sepeda sudah dinaikkan ke mobil pick up, maka perjalanan dilanjutkan ke daerah Halong yang merupakan dataran tinggi di Kabupaten Balangan. Gowes sepeda dimulai dari Desa Uren yang berada di kaki pegunungan Meratus yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Paser Kalimantan Timur.

Kecamatan Halong Kabupaten Balangan
Menurut Personil cabang, jarak dari Desa Uren menuju air terjun Tayak sekitar 12 kilometer. Biasanya penduduk Desa Uren berjalan kaki atau naik motor Trail untuk bertani atau berladang di area sekitar air terjun Tayak. Tapi kali ini, Travelista diajak untuk MTB ke sana. Hmmm… Ayo ! Saya takut !?

Kontur medan yang curam dan berkerikil membuat adrenalin Travelista terpacu. Namun kondisi badan yang belum fit membuat kayuhan pedal sepeda terasa lebih berat dibanding gowes sepeda keliling komplek yang biasa Travelista lakukan sebulan sekali kalau tidak sedang malas. Dalam hati Travelista. Aduh, kenapa saya terima ajakan ini ya ?! Hehehe… 

Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Setelah melewati jalan beraspal hingga berkerikil. Akhirnya Travelista tiba di gapura Selamat Datang di Objek Wisata Air Terjun Tayak. Menurut Personil cabang sih sekitar setengah jam saja sudah sampai air terjun Tayak. Hmmm… Logis juga sih ! Ini saja Travelista sudah sampai di gapuranya. Berarti tidak lama lagi Travelista sampai di air terjun !

Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Petualangan pun dimulai. Setelah melewati jalan menurun dan melintasi jembatan kayu. Track tanah licin menjadi tantangan tersendiri untuk menaklukkan medan di bukit yang terjal. Telat ngerem atau ban slip bisa jadi Sobat Piknik terperosok ke lembah yang curam.

Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Beberapa kali Travelista harus menuntun sepeda karena sulitnya menggowes di track mendaki dan cekung akibat bekas lintasan ban motor Trail. Tak terhitung pula Travelista berhenti untuk mengambil nafas sambil menyesali “kok, track nya makin parah ya ? Setengah jam dari mana ? Kalau tau medan begini mending Travelista hiking saja tidak double capeknya karena sambil mendorong sepeda ?!” Hehehe…

Sejarah Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Di Tengah perjalanan, seketika letih Travelista menghilang saat melihat aktivitas penduduk Desa Uren yang sedang menuai padi di ladang. Riuh suara terdengar saat mereka mengetahui Trevelista sedang memvideokan aktifitas mereka. Hmmm… Jadi malu. Hehehe…

Terpikir oleh Travelista, “Kuat juga ya penduduk Desa Uren yang sebagian besar lebih senior dari Trevalista jika pulang pergi ke ladang tiap hari jalan kaki di medan turun naik bukit seperti ini” #SALUT!

Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Gowes Travelista teruskan menyusuri jalan setapak yang semakin licin akibat diguyur rintik hujan. Di beberapa titik jalan terhalang batang pohon tumbang sehingga Travelista harus menggotong dan mendorong sepeda karena sudah tak sanggup lagi gowes di jalan menanjak dengan kondisi ban yang terlapisi tanah lempung. Hingga akhirnya sepeda Travelista tinggalkan di semak – semak. Dalam hati Travelista. “Masa iya, sepeda ada yang sanggup ngambil” Hehehe…

Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Setelah sepeda disembunyikan di semak – semak, niat Hiking pun terwujud. Langkah lebih cepat dan ringan karena hanya bawa badan saja. Gemercik suara aliran air pun mulai terdengar, pertanda tak lama lagi Travelisata akan sampai di air terjun.

Dan akhirnya petualang pun menemukan tujuan akhirnya. Indahnya air yang mengalir di tebing batu bertingkat dengan tinggi sekitar enam meter seketika membuat Travelista tidak lagi menyesali lagi ikut gowes kali ini. Menurut Travelista, ini adalah air terjun hasil pertemuan dua sungai paling unik yang pernah Travelista kunjungi karena tidak terlalu tinggi sehingga di bawah air terjun tidak membentuk cekungan dalam akibat tertimpa derasanya air terjun pada umumnya.

Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Sumber Mata Air terjun Tayak Kabupaten Balangan
Selesai sudah piknik kali ini. Tinggal mikirin gimana cara pulang. Hehehe… Sampai jumpa di piknik selanjutnya...

Komentar

ARTIKEL PALING BANYAK DIBACA

Berziarah ke Makam Kakek Pendiri Kesultanan Banjar

Biasanya Travelista menuju Kantor Cabang di Provinsi Kalsel bagian hulu melalui jalan kota Martapura. Tapi karena terjadi kemacetan, Travelista dibawa Personil cabang melintasi kota Martapura via jalan tembus yang membelah perkebunan sawit yang belum terlalu rimbun. Sambil menikmati pemandangan perkebunan sawit, mata Travelista tertuju pada papan petunjuk yang tadi terlewat. Segera Travelista meminta Personil cabang putar balik untuk singgah sejenak di tempat yang ternyata makam Pangeran Sukamara. Area pemakaman cukup luas dan kelihatannya sih, masih banyak yang belum ditempati #jadibingungmaksudkatabelumditempati? Hehehe… Karena udara luar cukup terik, maka segera Travelista menuju cungkup makam Pangeran Sukarama yang di design layaknya sebuah langgar.  Terdapat cukup banyak makam warga yang dikebumikan di area depan dan belakang makam Pangeran Sukarama yang berada di dalam ruang bersama dua makam pangeran yaitu Pangeran Angsana dan Pangeran Jangsana yang tertulis wafat tahun 1322...

Pusat Pemujaan Kerajaan Tarumanegara

Sebenarnya sudah beberapa kali Travelista bertugas di pusat kota Karawang. Namun baru kali ini Travelista sempat mengunjungi situs percandian Batujaya yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Karena benar – benar niat, maka Travelista naik KRL dari stasiun Manggarai ke stasiun Cikarang disambung motoran dengan Sobat Kantor yang bersedia mengantar Travelista ke situs percandian Batujaya. Hehehe… Dari stasiun Cikarang, jarak ke situs percandian Batujaya sekitar 30 km melalui jalan Sukatani - Cabang Bungin - Batujaya kemudian berbelok ke jalan raya candi Jiwa. Setelah motoran sekitar satu setengah jam dari stasiun Cikarang, akhirnya Travelista sampai gapura jalan raya candi Jiwa. Motor Travelista parkir di museum situs candi Batujaya yang diresmikan tahun 2006. Di dalam museum, Sobat Piknik dapat melihat artefak yang ditemukan saat ekskavasi di situs percandian Batujaya seperti manik - manik, potongan kayu, arca, votive tablet atau keping tanah liat berbentuk miniatur stupa, gerabah...

Berharap Terik di Citorek

Tak terasa sudah lebih dari setahun touring motor bareng Sobat Kantor berlalu. Kalau touring edisi sebelumnya disepakati PP dalam sehari. Maka touring kali ini disepakati untuk minta izin ke istri dan anak masing – masing agar dipebolehkan tidak pulang ke rumah karena  perjalanan ke Citorek harus dilakukan malam hari  demi menyaksikan fenomena negeri di atas awan saat matahari terbit. Touring dimulai hari jumat sore setelah jam pulang kantor. Check point pertama rumah Sobat Kantor yang ada di daerah Sawangan untuk dijamu makan malam . Setelah perut kenyang dan bersenda gurau hingga Jam 21:00. Maka perjalannya diteruskan menyusuri jalan raya Parung - Ciampea untuk menuju che ck point kedua di rumah Sobat Kantor yang ada di daerah Jasinga. Tepat jam 23:00 Travelista dan Sobat Kantor tiba di check point Jasinga untuk rehat sejenak dan ngemil tengah malam. Setelah mandi dan persiapan lainnya, tepat jam 03:00 dini hari, Travelista dan Sobat Kantor memulai perjalanan menuju Citorek ...